Senin, 07 November 2011

Return Of The Condor Heroes



Dulu aku bilangnya “Si Yoko”.

Masih inget soundtrack openingnya?
Sssttttt! aku baru tau loh kalo penyanyinya Yuni Syara!

Dulu aku ngefans berat sama film ini. Pemeran utamanya Yoko(Andy Lau) dan bibi Lung(Idy Chan).
Sebenernya sih.. ngefans sama Si Yoko! Abis ganteeeng!! Ga tau sih.. kalo dulu kenapa bisa suka sama Si Yoko. Usia aku sekitar tiga atau empat tahun lah. Anak usia segitu emang udah kenal sama cowo ganteng?


 
Yang pasti sih, suka banget-banget. Kalo sekarang ada yang nanya siapa First Love aku? Yaa Yoko laah siapa lagi? Hehe. Saking cintanya sama si Yoko, sampe kebaju-bajupun mesti ada gambar Yokonya. Belum lagi dikamar ada poster Yoko yang gede banget (bukan doraemon atau Hello Kitty). Kalo mau tidur juga wajib deket-deket sama poster Yoko.

Ada cerita lain lagi. Suatu ketika, dulu itu lagi jamannya boneka yang bisa nangis. Nah ceritanya waktu itu aku mau beli. Udah sampe didepan toko (waktu lagi nawar), eeeh dipinggir jalan ga jauh dari situ ada yang jual gambar Yoko. Itu loh.. kartu bergambar yang bisa dipotong kecil-kecil. nah lo.. saking Freak nya!! “Kiki mau gambar Yoko aja ah!” Kataku merenggek sama kakak. Siapa juga sih yang mau nolak? Kakaku ga mau lah, aku ngamuk pinggir jalan.. lagian tuh gambar pasti lebih murah dong dari boneka! Akhirnya aku pulang bawa dua gambar Yoko dengan SENANG HATI:D hahahaha



ngomong-ngomong soal Return Of The Condor Heroes yang versi Andy Lau ini, ternyata ini remake ketiga dari awal munculnya tahun 1983 loh! setelah itu ada remake-remakenya lagi.
(wooww jadul bangeett)



Minggu, 06 November 2011

Dear Tuhan



Teruntuk Tuhan,

Tak ada satupun kata yang layak aku pinjam untuk mengambarkan syukur padamu. didalam hal yang tak mengenakkan bersembunyi.


Tuhan, tiba-tiba aku ingat hari ketika aku selalu mengadu, berdo’a sambil menangis-nangis padaMu. Kau ingat kan? Kau pasti ingat. Aku jadi malu Tuhan.
Tapi aku lebih sangat malu saat-saat dimana aku berpaling dariMu. Kemudian aku datang, mengadu dan mengeluh lagi padaMu. Dan saat itu juga Kau masih menjadi pendengar setiaku.

Tuhan
Aku tidak mau apa-apa lagi, selain denganMu.
Aku berjanji tidak akan mengeluh lagi (tentang-apapun). Selama aku meyakini itu yang terbaik untukku, kendati orang-orang melihat kebalikannya.
Meski dunia yang penuh warna nampak abu-abu.
Meski langit berwarna jingga dan matahari berwarna biru.
Aku takkan membenci sesuatu yang Kau turunkan. Aku tidak mau pura-pura kuat lagi.
Karena aku benar kuat.
Oya. Tuhan,
Kau dan aku punya rahasia kan? Aku masih menyimpannya sampai sekarang.
Tuhan, kekasihku. Satu satunya teman yang memintaku melihat dengan nurani sebelum melihat dengan mata. Berfikir dengan hati sebelum mendengar dengan telinga.

FirmanMu
Allah swt berfirman:
 “janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman...” QS.Ali Imran: 139

Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Sungguh, aku minta maaf untuk semuanya. Mungkin lebih banyak dari semua, dan jika semua-itu berpangkat sekalipun.
Aku minta maaf. Untuk mendzalimiMu, mendzalimi orang lain dan mendzalimi diri sendiri.
Serta semua hal yang merendahkan harga diri.

Sayangnya aku manusia, kadangkala aku khilaf. Untuk itu Tuhan kekasihku, Kau masih mau kan menemani aku kemanapun? Kau harus datang, tetapi jangan dalam bentuk hujan. Karena hujan akan berhenti di bulan januari.
Datanglah dengan sebentuk tangan, kaki, badan, mata dan telinga. Lalu pandanglah aku dari pojok sana. Dan tersenyumlah!


With Love, God
Septi Rizki Wijayanti


Sabtu, 05 November 2011

Dua kalimat ciptaan



Dan lagi. Saya dapat kalimat bagus hari ini.
Ka Deny, saya biasa memanggilnya begitu. Kadang bingung juga sih.. harus manggil beliau dengan sebutan apa? Kak, sir.. atau apa ya? masalahnya dulu Ka Deny memang seorang kakak kelas ditempat kursus inggris kita. Ka Deny juga sering kali jadi guide kita waktu lagi conversation.
Oya. Ngomong-ngomong soal guide, i’m to be a guide lately! Haha dan itu menunjukkan progress yang besar buat saya. Asik deh!
Balik lagi ke Ka Deny yah. But now dia malah sudah mengajar.

Saya cukup kagum padanya, sejak pertama kali kita conversation bareng. Kenapa? Karena kata-kata dan kalimat spontannya itu selalu mengandung makna.
Ka Deny itu seorang mahasiswa psikologi disebuah universitas swasta. Saya pernah bertanya padanya soal membaca karakter dari wajah seseorang. Terus.. saya kira Ka Deny akan menjawab sesuai apa yang ia pelajari dikampusnya. Misalkan: orang yang lagi bohong itu... bla bla bla
Seperti yang pernah saya bahas juga dengan seorang mahasiswa-matematika yang justru lebih tau banyak soal psikologi. Dan ini lho, jawaban Ka Deny..
sebenernya kita ga bisa menjudge seseorang hanya dari wajah atau penampilan saja. “don’t judge book by it’s cover” bener juga sih. Diri kamu, yaa hanya kamu yang tahu!
Disamping itu masih banyak yang Ka Deny jelaskan, tapi ya hanya kalimat terakhir itu yan benar-benar saya ingat sampai sekarang. Kalimat itu juga yang membuat saya bertanya pada diri sendiri.. “seberapa tau sih kamu, tentang diri kamu?” atau “seberapa sayangkah kamu, pada diri kamu?”

Oya, tambahan. Mungkin saya bisa saja panggil beliau a’a.. hehe. Soalnya bahasa sundanya cukup fasih, tapi dia asli dari Yogyakarta lho.

Lagi lagi, Ka Deny ikut nimbrung kita yang lagi “melacur” (melayani curhat). Habis ketawa ketawa, ngebuli dan dibuli, cerita sana sini.. entah siapa yang mulai akhirnya kita sampai ngebahas soal  kesabaran dan Tuhan.
Sebelumnya, Ka Deny juga bercerita tentang pengalaman barunya mengajar bahasa inggris.
Dan kalimat ini yang saya dapat: sebaik-baiknya belajar adalah adalah mengajar.
Bisa saya rasakan waktu seorang teman les bertanya beberapa soal kimia yang kemudian harus saya bawa pulang dan kembali memaksa saya untuk membuka buku yang telah lama sudah disimpan rapi dilemari. Kini yang awalnya saya tidak tau menjadi tau.
Dan saat-saat menjelaskan itulah, porsi atau tingkat kefahaman kita mungkin dua kali lebih banyak dibanding dengan belajar biasa.

Kalimat kedua: Tuhan tidak ingin kita berbicara kosong.
Maksudnya? Saat kita mengajari seseorang tentang kesabaran, sementara kita sendiri belum mampu sepenuhnya sabar, maka Tuhan akan memberi kita sebuah sentilan dengan menguji sedikit kesabaran kita.
Ya kurang lebih seperti cerita saya diatas tadi. Sure you understand?
Pendek kata, sama dengan..mengajari diri sendiri sebelum mengajari orang lain.

Habis cerita panjang lebar, terakhir membicarakan soal “arisan”. Akhirnya kami pulang sekitar pukul 01.15.
Saya pulang bersama Nina. Diperjalanan, didalam angkot tepatnya, kami masih cerita banyak sampai Nina turun lebih dulu dan saya harus mati-matian (lebay) mengingat-ingat dua kalimat ciptaan Ka Deny tadi. Huh!


 TM, O51111  23.25
 Masih banyak suara takbir diluar




Hari Arafah


Waktu mau menulis sesuatu, tiba-tiba aku diingatkan oleh pesan singkat yang isinya:
Sahabatku Septi, semoga Allah menjamu diarafah, hari ini hari arafah. Dari ‘Amr bin Syu’aib Nabi SAW bersabda:
“sebaik-baik doa adalah doa pada hari arafah.” (R. Tirmidzi no.3585)
Mari memperbanyak doa, walau tak sedang wukuf, Allah Maha Dekat, Maha Mendengar, Maha Mengabulkan doa, semoga takdir dirubah ke takdir terbaik kita. Aamin.
“free tausiah”
Ayo Berdoa!

Sepengetahuanku, hari arafah adalah hari dimana semua Jamaah haji berkumpul untuk melaksanakan rukun haji “Wukuf”.
Sementara orang-orang yang sedang tidak melaksanakan haji, disunahkan untuk puasa arafah.
Keistimewaan dari puasa arafah itu sendiri, dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.
Sayangnya aku sendiri lupa untuk puasa hari ini. Sangat terlihat bagaimana kebanyakan orang (termasuk aku) disibukkan dengan urusan dunia hingga lupa urusan akhirat yang ratusan bahkan ribuan kali lebih penting.

Semoga aku mendapati hari arafah ditahun berikutnya. Aamin

Oya. Katanya, “Suasana Hari Arafah Mengingatkan Hari Kiamat!”
Lihat disini





Jumat, 04 November 2011

Untukmu-R


Gundah gulana. Hari ini saya seperti kebingungan. Antara bingung, malu dan takut kehilangan.
Sepertinya saya sedang butuh teman selain Tuhan. Teman untuk berbicara, dan menyampaikan bahwa kau baik-baik saja disana.

Terkadang ada hal yang sulit dijelaskan. Apalagi hal memalukan kemarin.
Mungkin kau dengar. Dari seseorang, atau dari banyak orang. Entahlah, saya tak mapu membayangkan reaksimu saat itu. Mungkin kau sepertiku, malu atau boleh jadi kau berharap untuk tak pernah mengenali diriku. Tak apa, saya mengerti bahkan sangat mengerti.
Aku memang merepotkan. Mungkin aku akan berdo’a pada Tuhan, agar kau tak masuk pusaran persoalan atau takdir yang sudah digariskan Tuhan.
Bukan itu! saya hanya tidak tega bila akhirya orang-orang akan teriak padamu. Tentang saya, tentang kami. Dengarlah, saya terlalu menyayangimu R.

Sampai saat ini saya masih menuggumu. Berharap kau segera menghubungiku dan berkata “tidak apa-apa” atau “jangan sedih”.
Sesungguhnya, satu-satunya orang yang saya butuhkan sekarang adalah dirimu.

Beberapa kali saya berfikir. Seandainya kau seperti Giring ‘Nidji’
“dosakah aku” sebuah lagu yang khusus diciptakan untuk kekasihnya yang kini menjadi istrinya.

Jadi sayangku bertahanlah!
Bila terkadang mulutnya kejam
Peluklah aku, jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita

Saya tidak memintamu membuatkan sebuah lagu, hanya saja.. kau akan sangat menyejukan hati yang sedang gamang ini, dengan berkata sesuatu seperti lirik diatas itu.
Tapi kau tetaplah kau.

Tau tidak? Saya sedang jatuh sekarang. Bahkan saya tidak tau harus bercerita pada siapa?
(selain Tuhan). Bolehkah jika saya mengandalkanmu? Meminta waktumu sedikit saja. Hanya untuk cerita dan menumpahkan airmata. Saya bosan dan lelah untuk terus pura-pura kuat.





 TM, 2011-11-04
20.32

Senin, 31 Oktober 2011

Kuku dan Batu



Ada batu 

Ada kuku

Batu kaku

Kuku menyentil batu





Saat Malam



Terjun kedunia malam

Dipelototi  angan dan lampu jalan

Aku manusia

Memiliki hasrat

Dan takut gelap

Saat pohon-pohon tinggi menjuntai

Angin malam menerpa badan

Kurus

Lapar meradang

Manusia diujung belokan

Melambaikan tangan

Dibelakangnya

Gemerlap lampu bercahaya

Menyinari bergantian

Hati berkata

belok jangan?

Tuhan menampar

Bulan masih bersinar

Mentari pagi menanti

 Bersama masa depan gemilang