Jumat, 04 November 2011

Untukmu-R


Gundah gulana. Hari ini saya seperti kebingungan. Antara bingung, malu dan takut kehilangan.
Sepertinya saya sedang butuh teman selain Tuhan. Teman untuk berbicara, dan menyampaikan bahwa kau baik-baik saja disana.

Terkadang ada hal yang sulit dijelaskan. Apalagi hal memalukan kemarin.
Mungkin kau dengar. Dari seseorang, atau dari banyak orang. Entahlah, saya tak mapu membayangkan reaksimu saat itu. Mungkin kau sepertiku, malu atau boleh jadi kau berharap untuk tak pernah mengenali diriku. Tak apa, saya mengerti bahkan sangat mengerti.
Aku memang merepotkan. Mungkin aku akan berdo’a pada Tuhan, agar kau tak masuk pusaran persoalan atau takdir yang sudah digariskan Tuhan.
Bukan itu! saya hanya tidak tega bila akhirya orang-orang akan teriak padamu. Tentang saya, tentang kami. Dengarlah, saya terlalu menyayangimu R.

Sampai saat ini saya masih menuggumu. Berharap kau segera menghubungiku dan berkata “tidak apa-apa” atau “jangan sedih”.
Sesungguhnya, satu-satunya orang yang saya butuhkan sekarang adalah dirimu.

Beberapa kali saya berfikir. Seandainya kau seperti Giring ‘Nidji’
“dosakah aku” sebuah lagu yang khusus diciptakan untuk kekasihnya yang kini menjadi istrinya.

Jadi sayangku bertahanlah!
Bila terkadang mulutnya kejam
Peluklah aku, jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita

Saya tidak memintamu membuatkan sebuah lagu, hanya saja.. kau akan sangat menyejukan hati yang sedang gamang ini, dengan berkata sesuatu seperti lirik diatas itu.
Tapi kau tetaplah kau.

Tau tidak? Saya sedang jatuh sekarang. Bahkan saya tidak tau harus bercerita pada siapa?
(selain Tuhan). Bolehkah jika saya mengandalkanmu? Meminta waktumu sedikit saja. Hanya untuk cerita dan menumpahkan airmata. Saya bosan dan lelah untuk terus pura-pura kuat.





 TM, 2011-11-04
20.32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar