Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2011

Perempuan



Tetesan air dihati itu 
masih dapat saya rasakan hingga kini

Ingin ikut menangis

Namun malu

Peran utamanyapun masih menahan 
dan tertawa lebar

Sabarlah

Cinta memang begitu

Dapat menghancurkan harapan

Sekalipun yang sudah sangat besar

Maka..

Janganlah peluk cinta erat-erat

Biar saja ia turun bersama hujan

Di sela-sela jari

Dan pada setiap helai rambut

Suatu saat ia akan berhenti

Pada cinta yang mampu memaknai

Bukan menyakiti

Karena 

Aku, kamu dan kalian.. perempuan.


Rindu


Ada rindu yang menyergapku dari sini

Ada tatapan yang selalu aku nantikan kehadirannya

Ada kata-kata yang telah siap dituangkan

Ada nyanyian yang selalu aku dendangkan
Rindu

Ingin  menangis

Ingin damai

Tapi aku hanya kukuh ditengah

Mendapati apa yang diucap tidak sama dengan hati

Sekarang ‘ini’ besok ‘itu’

Mengusap rintik dipipi

Menatap tabah mengusap dada